Biskuit Nike: Inovasi Camilan Lezat dan Sehat dari Ikan Awaous Melanocephalus untuk Pencegahan Stunting

 Pada zaman modern saat ini,isu mengenai gizi masih menjadi tantangan yang besar bagi masyarakat Indonesia. Salah satu masalah yang sangat penting mengenai gizi adalah stunting. Stunting adalah kondisi dimana anak-anak kekurangan zat gizi yang sangat kronis sehingga tidak bisa tumbuh dengan optimal. Pemerintah juga tidak lepas tangan melalui program ini. Tidak hanya pemerintah saja yang beraksi nyata. Tentunya dari berbagai pihak bisa memberikan kontribusi yang nyata. Salah satinya adalah inovasi yang menarik terkait stunting. Yakni biskuit nike yang dibuat oleh Yowan Moha L.



Biskuit nike ini bukan sekadar biskuit biasa. Biskuit mengandung protein dari ikan Awaous melanocephalus atau yang dikenal dengan ikan nike yang berasal dari Gorontalo. Ikan ini berukuran kecil yang hidup di perairan muara. Kandungan gizinya luar biasa. Terumata kandungan protein yang berfungsi nutrien di dalam biskuit nike. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan rasa yang enak di lidah namun juga sebagai solusi atas stunting yang ada di masyarakat.

Latar Belakang Inovasi

Berangkat dari keprihatinan Yowan terhadap angka stunting yang masih tinggi di Indonesia terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Anak yang stunting disebabkan karena kurangnya protein dalam asupan makanannya. Hal tersebut berawal dari kurangnya faktor ekononomi, ketersediaan bahan pangan, serta ilmu yang masih terbatas. Padahal di daerah pesisir Gorontalo, ikan nike sangat melimpah jumlahnya. Ikan tersebut biasanya dijual segar atau digoreng saja. Muncullah inovasi di tengah melimpah ruahnya jumlah ikan nike dan tingginya angka stunting. Inovasi tersebut adalah mengolah ikan nike menjadi produk yang bernilai tinggi akan gizinya terutama protein untuk mencegah stunting yang dihadirkan dalam bentuk cemilan yang sehat.

Dengan latar belakang yakni pendidikan kewirausahaan, Yowana berusaha untuk memadu madaknkan antara nilai ekonomi, sosial, dan kesehatan dalam satu produk yang bernama biskuit nike. Yowana ingin menghadirkan atas berbagai masalah yakni menciptakan cemilan bergizi tinggi dengan biaya yang terjangkau, mudah untuk didistribusikan, dan disukai oleh anak-anak. Setelah berkali-kali bongkar resep maka lahirlah Bisuit Nike, produk yang enak dan kaya akan manfaat.

Kandungan Gizi dan Manfaat

Ikan Awaous melanocephalus memiliki kandungan berbagai macam nutrien seperti protein, kalsium, fosfor, dan asam amino esensial. Kandungan nutrien tersebut bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, otot, serta perkembangan otak pada anak-anak. Sumber protein hewani yang mudah ditemukan lainnya adalah daging sapi, daging ayam. Namun ikan nike lebih mudah dicerna dengan kandungan kadar lemak hewani yang lebih rendah.



Metode yang digunakan untuk mengolah biskuit nike adalah mengeringkan pada suhu rendah untuk menjaga kandungan nutrien di dalamnya tetap optimal. Bahan tambahan yang digunakan adalah tepung terigu, tepung mocaf, dengan tambahan sedikit gula sehingga rasanya lebih enak. Proses pembuatan biskuit nike dibuat secara higienis tanpa bahan pengawet tambahan yang membahayakan sehingga aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan termasuk ibu hamil dan anak-anak.

Kandungan nutrisi pada tiap potong biskuit nike adalah protein yang tinggi, zat besi, dan vitamin B kompleks yang memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah dan metabolisme dalam tubuh. Konsumsi biskuit nike secara rutin dapat mencegah risiko kekurangan gizi atau stunting dan mendukung dalam pertumbuhan anak-anak.

Dari Inovasi ke Produk Unggulan Daerah

Proses pembuatan biskuit nike beserta inovasinya tidak singkat. Yowan beserta rekannya melakukan berkali-kali percobaan untuk uji sensoris sehingga mendapatkan hasil formula yang terbaik dari parameter kesukaan hingga kandungan gizinya. Yowan tidak hanya bekerja sendiri, ia juga bersama masyarakat melibatkannya dalam proses produksi hingga pengemasan produk. Dengan begitu, biskuit nike tidak hanya memberikan manfaat di bidang kesehatan namun juga bermanfaat bagi ekonomi di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, biskuit nike mulai dikenal di berbagai kalangan. Lewat pameran hingga ajang kewirausahaan kampus dan berbagai kegiatan promosi UMKM lokal. Produk ini menjadi solusi bagi permasalahan stunting yang ada di Indonesia lewat inovasi Yowan. Yowan juga ingin memperluas jangkauan produknya sehingga dapat menebar manfaat.

Inovasi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Yang menjadikan nilai tambah dari biskuit nike itu sendiri adalah memegang prinsip ekonomi sirkular yang diterapkan dalam menjalankan produksinya. Ikan nike yang segar berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal yang memanfaatkkan alat yang ramah akan lingkungan. Limbah produksi berupa sisa tepung dan potongan ikan akan diolah kembali menjadi pakan ternak. Sehingga mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dan tidak menimbulkan pencemaran bagi lingkungan.



Pengemasan biskuit nike menggunakan bahan biodegradable yang mudah diurai oleh lingkungan. Hal ini menambah nilai plus bagi biskuit nike. Yowan juga memegang prinsip semangat berwirausaha dengan nilai menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat dan sehat bagi manusia tetapi juga ramah bagi lingkungan sekitarnya.

 #APA2025-ODOP

 

 

 

Comments